Oleh: takalar | Januari 12, 2009

“Arham Event To Takalar Cyber City”

Lomba debat IT antar pelajar adalah salah satu kegiatan dalam rangkaian Arham Event To Takalar Cyber City yang diadakan oleh Tim Cyber Arham Course Center bekerja sama dengan Pemda Kab. Takalar dan sponsor lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan di bulan Januari – Februari dengan beberapa kegiatan lainnya. Kegiatan lain yang dilaksanakan adalah lomba desain Blog usia 13 – 25 tahun, lomba desain gambar menggunakan Ms. Paint untuk tingkat SD se- Kab. Takalar, jalan santai doorprice, Pencanangan komputer masuk kampung, pelepasan alumni ke-1000 & perayaan ulang tahun Arham Course center yang ke-4, dan acara hiburan.

Arham Event To Takalar Cyber City Bertujuan :

- Mendukung upaya Pemkab. Takalar Mewujudkan Takalar Cyber City.

- Meningkatkan Kemampuan bagi generasi muda (pelajar) dalam bidang Teknologi Informasi & desain grafis.

- Membangkitkan semangat dan kreativitas bagi generasi muda untuk lebih memahami penguasaan Teknologi & Informasi.

Oleh: takalar | Januari 23, 2009

Mewujudkan Cyber City di Takalar

Cyber city merupakan salah satu konsep kota modern berbasis teknologi informasi yang kini telah banyak diterapkan di sejumlah kota besar di seluruh dunia. Ini adalah konsekuensi logis dari meningkatnya kebutuhan masyarakat yang ingin mengakses informasi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat. Sebagai bagian dari masyarakat dunia modern, bangsa Indonesia sudah saatnya menerapkan konsep cyber city untuk memenuhi kebutuhan warganya dalam mengakses internet secara lebih luas dan tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu saja. Bagaimanapun juga bangsa Indonesia kini berada dalam abad informasi dimana setiap orang memiliki peluang yang sama untuk menjalin pergaulan secara luas baik nasional maupun internasional. Implementasi cyber city juga bisa membantu masyarakat dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi. Dalam hal ini, masyarakat akan semakin pandai menggunakan internet dalam jumlah yang besar. Pemasangan hot spot Wi-Fi (wireless fidelity) di sejumlah tempat terbuka seperti taman-taman kota, tempat-tempat olahraga, lokasi bandara, pelabuhan, terminal bis, pusat-pusat perbelanjan modern dan tempat-tempat wisata lainnya akan semakin memudahkan masyarakat untuk beraktifitas secara lebih leluasa dalam satu waktu yang bersamaan. Berwisata sambil berkirim email, menyantap makanan sambil mengerjakan tugas kantor, duduk di kendaraan sambil chatting dengan kolega dan sebagainya adalah contoh-contoh aktifitas yang sering dijumpai di tengah masyarakat, khususnya di kota-kota besar di Indonesia. Pendeknya, aktifitas apapun yang dilakukan tidak akan mengganggu pekerjaan inti di kantor. Model kerja dinamis seperti ini sedang menjadi tren di tengah masyarakat dimana mobilitas kaum profesional, pebisnis, pendidik termasuk juga para mahasiswa semakin tinggi. Bekerja secara parallel mungkin itu istilah yang paling tepat bagi anggota masyarakat di berbagai kota besar di Indonesia. Coba saja perhatikan, mulai dari sekadar mengakses informasi biasa hingga melakukan berbagai jenis transaksi bisnis sudah dapat dilakukan via internet termasuk di dunia pendidikan, perbankan, ketenaga kerjaan dan sebagainya. Internet yang multifungsi ini perlahan tapi pasti berusaha mengubah perilaku atau budaya sebagian besar warga kota dari pola-pola layanan konvensional menjadi layanan yang serba digital dan instant. Dengan kelebihannya itu pula, internet diprediksikan akan semakin diminati masyarakat sejalan dengan meningkatnya kebutuhan dan perkembangan teknologi informasi. Beberapa gambaran fakta di atas menunjukkan bahwa ke depan nanti sebagian besar masyarakat kota akan semakin bergantung pada internet untuk menjalani berbagai aktifitasnya. Tolak ukurnya adalah kebutuhan masyarakat terhadap suatu pelayanan informasi dan komunikasi digital yang serba cepat, efisien dan efektif. Pola kerja dinamis seperti ini tidak sekedar menunjukkan gaya hidup orang modern tetapi sudah menjadi kebutuhan semua orang. Hal ini mirip seperti komunikasi ponsel dimana hampir semua kelas sosial masyarakat menggunakannya. Oleh karena itu, internet akan menjadi jendela dunia bagi masyarakat dalam suatu kawasan atau kota untuk saling bertukar informasi dan berkomunikasi dalam segala hal. Inilah ciri suatu pengembangan kota modern yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi dimana masyarakatnya dapat terlayani secara elektronik dan infrastruktur pendukungnya dapat saling terintegrasi dengan baik. Sebenarnya beberapa kota besar di Indonesia sudah mulai mengembangkan konsep cybercity. Kota Makassar misalnya, yang merupakan ibu kota provinsi Sulawesi Selatan, telah melakukan uji coba penggunaan perangkat pendukung internet nirkabel atau hot spot di kawasan pantai Losari sepanjang 1,2 Km tahun 2007 lalu. Keinginan untuk mewujudkan kota Makassar sebagai kota dunia maya ini bukan tanpa alasan. Dengan langkah ini diharapkan semakin banyak pengguna dan masyarakat tidak gagap lagi dengan teknologi informasi khususnya untuk mengakses internet. Di samping itu, keberadaan layanan akses internet gratis ini akan memancing minat wisatawan, baik mancanegara maupun domestik untuk berdatangan ke lokasi hot spot layanan internet gratis tersebut. Demikian juga para pebisnis dapat memanfaatkan internet gratis di ruang publik sehingga lambat laun pantai Losari akan menjadi salah satu daerah tujuan bisnis dan objek wisata yang diharapkan bisa semakin terkenal dalam skala nasional maupun internasional. Saat ini, pemerintah setempat sedang berupaya memasang puluhan bahkan ratusan access point atau titik akses internet di berbagai wilayah kota Makassar. Puluhan hot spot pun sudah terpasang di sejumlah hotel berbintang, mal, kampus dan instansi-instansi swasta dengan menggunakan teknologi Wi-Fi. Bahkan sejumlah provider berusaha mendapatkan izin pemerintah untuk menggunakan teknologi Wi-Max (Worldwide Interoperability for Microwave Access) yang memiliki daya jangkau hingga 50 Km dengan kecepatan transfer bisa mencapai 75 megabyte per detik dimana ribuan orang dapat mengakses internet dalam satu waktu sekaligus. Dengan teknologi Wi-Max ini sinyal internet akan dipancarkan melalui sebuah menara semacam terminal untuk layanan telepon seluler (Base Transceiver Station/BTS). Saat teknologi itu hadir, seluruh kota Makassar akan menjadi “hot spot”. Pengguna laptop, “Windows Mobile” atau “Smart Phone” dapat berinternet dari mobil yang melaju di jalan raya, rumah, kantor, kafe, bahkan di tengah sawah di pinggiran kota Makassar. Dengan demikian, peluang masyarakat Makassar untuk menuju cybercity akan semakin cepat. Beberapa kota yang sudah melakukan perancangan cybercity selain Makassar dan Pangkal Pinang antara lain, Malang Cyber City (MCC), Sukabumi Cyber City (SCC), Bandung Cyber City (BCC), Yogya Cyber City (YCC), Solo Cyber City (SCC), Denpasar Cyber City (DCC) dan kota-kota lain yang segera menyusul. Sebenarnya pemerintah telah berjanji akan memberikan insentif kepada pengembang kawasan kota cyber dalam bentuk finansial maupun non finansial untuk menarik investasi dari dalam dan luar negeri. Hal ini sejalan dengan penataan industri teknologi informasi saat ini yang difokuskan pada pembentukan unit kota cyber. Dalam pandangan pemerintah, konsep cybercity digambarkan sebagai kawasan dengan infrastruktur teknologi informasi yang memadai baik dari sisi konektivitas jaringan terpadu, kapasitas bandwidth, internet nirkabel dan kabel, dan infrastruktur serat optik mencukupi serta sarana pusat riset yang dikelola bersama perguruan tinggi dan swasta. Agaknya masalah infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi inilah yang menjadi kendala utama bagi pemerintah untuk menerapkan konsep cybercity di Indonesia.

Oleh: takalar | Januari 14, 2009

Internet

Teknologi informasi mutakhir yang kini banyak dikenal, bahkan sudah menjadi salah satu kebutuhan manusia, adalah internet. Teknologi ini dapat menjadi ruang pertemuan virtual seluruh warga yang tinggal di muka bumi. Lewat internet, dunia seakan tak berjarak. Internet serasa telah menihilkan lokasi dan waktu. Komunitas penduduk dunia dapat tergabungkan secara maya melalui teknologi yang luar biasa ini. Akan tetapi, di Indonesia, fenomena ini rupanya belum dikenal luas oleh masyarakat. Sebagai peranti teknologi yang memiliki manfaat di kebidangan yang beragam, internet belum banyak digunakan masyarakat. Sebenarnya internet bisa jadi sumber belajar alternatif yang cukup efektif dan efisien. Selama ini, yang umum dikenal sebagai sumber belajar adalah buku dan guru. Padahal, semakin lama sumber belajar tradisional ini semakin terbatas, baik jumlah maupun distribusi. Dalam hal ini internet bisa jadi substitusi yang sifatnya lebih untuk melengkapi, bukan menggantikan peran guru secara keseluruhan
Pemanfaatan sumber belajar menggunakan alat bantu berbasis teknologi dengan media elektronik saat ini sangat umum digunakan di dunia pendidikan. Misalnya, penyebaran ilmu pengetahuan melalui pemutaran sebuah program pelajaran atau film edukasi dari sebuah kaset video atau keping cakram video, juga penggunaan media audio seperti kaset, hingga penggunaan media proyeksi dengan alat bantu komputer.
Kesemua media ini sebenarnya berfungsi hampir sama dengan buku, yakni program yang diputar sesuai kebutuhan. Bedanya, visualisasi pada buku sangat kurang dan tidak semenarik jika dibandingkan visualisasi yang ditampilkan media elektronik.
Paling mutakhir, media komputer berbasis internet menjadi sumber belajar acuan yang cukup digemari sekarang ini. Selain berfungsi sebagai sumber informasi melalui situs-situs yang menyediakan beragam materi, internet adalah media diskusi ilmiah online. Dengan internet, diskusi yang diadakan dapat berlangsung kapan saja dan oleh siapa saja yang tidak berada dalam satu lokasi.
Internet dan pendidikan
ika keterbatasan akan sumber belajar tradisional menjadi kendala pemerataan kualitas pendidikan, sumber referensi pengetahuan lain harus dicari. Untuk masa ini, internet bisa jadi jawaban alternatif bagi sumber belajar siswa. Kendala jarak, waktu, dan lokasi telah dinihilkan dengan adanya internet. Selain itu, keragaman jenis informasi yang terdapat di dalamnya kadang melebihi pengetahuan seorang guru atau buku.
Akan halnya biaya, pemerintah seharusnya bersedia mengalokasikan dana untuk memasang minimal satu komputer yang memiliki jaringan internet di tiap sekolah.
Saat ini di kebanyakan sekolah berlabel plus sudah mulai mewajibkan komputer berbasis internet sebagai salah satu fasilitas meski belum tersedia di setiap kelas. Namun, sayang, untuk kondisi nasional, jangankan fasilitas komputer, perpustakaan konvensional pun belum bisa ditemukan di seluruh sekolah di Indonesia.
Jika keberadaan ruang komputer saja masih sulit ditemukan di tiap sekolah, jangan harap bisa menghadirkan jaringan internet di dalam sekolah saat ini.
Siswa di Indonesia tampaknya masih harus bersabar untuk dapat melek informasi secara cepat dan mudah.

Oleh: takalar | Januari 14, 2009

Pentingnya Informasi & Teknologi

Nilai-nilai yang terkandung dalam teknologi informasi dan komunikasi harus benar-benar mampu dikembangkan ditengah – tengah kehidupan masyarakat sehari-hari. Utamanya dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dalam upaya peningkatan pelayanan publik di suatu wilayah serta mewujudkan e – learning e – government diharapkan pemerintah melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat melakukan langkah-langkah cepat, tepat dan terarah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.  Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah melalui Tehnologi Informasi dan Komunikasi ini adalah dengan menciptakan telecenter-telecenter di beberapa wilayah Desa / Kelurahan yang nantinya diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan dan menggunakan sarana tersebut untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat yang nantinya akan berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat.

Menkominfo Prof.Ir.Mohamad Nuh,DEA berharap adanya telencenter bisa di jadikan analisis secara saintifik sebagai salah satu case study yang bisa dikembangkan oleh komunitas tehnologi informasi dan komunitas wilayah lain atau bahkan di dunia internasional yang dapat berdampak sosial ekonomi terhadap kehidupan masyarakat.

Keberadaan telecenter sebagai salah satu nilai yang terkandung dalam Tehnologi Informasi dan Komunikasi yang pada akhirnya menjadi suatu kebutuhan masyarakat maka diharapkan pemerintah dapat meningkatkan pelayanan publik yang akhirnya akan terwujud e – learning dan e-government di wilayah tersebut.

Undang-undang IT yang baru saja disosialisasikan adalah salah satu langkah positif dari Pemerintah terhadap perkembangan pesat tehnologi di Indonesia, sehingga di harapkan pula dengan Perkembangan Tehnologi Informasi di Indonesia ini akan berdampak positif terhadap masyarakat tidak malah menjadi rusaknya moral bangsa.

Semoga para pakar –pakar IT, para Haeker dan simpatisan IT di Indonesia khususnya di Takalar ini menyadari dan memiliki jiwa besar terhadap pentingnya dan mafaatnya TIK bagi perkembangan suatu wilayah, dan mari kita bangun serta kelola sarana TIK ini dengan baik dan benar demi kepentingan kita bersama.

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.